Jumat, 16 April 2021

“DI BELENGGU SYETAN² DI BULAN RAMADHAN”

"Sabtu 17 April 2021 / 5

Ramadhan 1442"

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ».

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ketika Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dirantailah syetan-syetan. (Hadits Riwayat Al-Bukhari nomor 1899, dan Muslim nomor 1079).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Pembatasan belenggu dan pengikatan (hanya) terhadap marodatus syayathien (syetan-syetan yang kuat durhakanya).
2- Sesungguhnya diikatnya syetan itu khusus marodatus syayathien (syetan yang durhakanya kuat) bukan yang lainnya, untuk mengurangi kejahatan di bulan (Ramadhan) ini.
3- Keutamaan ini hanyalah diperoleh oleh orang-orang yang puasanya dijaga syarat-syaratnya dan dijaga adab-adabnya.
4- Diikatnya syetan-syetan itu adalah sebenarnya, dan tidak mesti dari diikatnya seluruh syetan-syetan akan tidak terjadi kejahatan dan maksiat; karena hal itu ada pula sebab-sebab dari selain syetan, seperti hawa nafsu yang jahat dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk, dan syetan-syetan (dari jenis) manusia; maka maksud dari itu adalah bagaimanapun sesungguhnya bulan (Ramadhan) ini adalah kesempatan bagi orang yang diberi pertolongan oleh Allah dan dibuka hatinya untuk menerima ketaatan kepada-Nya, dan menjauhi dari maksiat-maksiat karena banyaknya sebab-sebab dan factor-faktor yang mendorongnya (untuk taat kepada Allah dan menjauhi maksiat)…

Tema hadits yang berkaitan dengan Al qur'an :

- Setan itu adalah musuh kalian yang terang, maka musuhilah setan itu oleh kalian dengan permusuhan yang keras. Tentanglah mereka dan dustakanlah mereka bila membujuk kalian untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu),karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.[Fathir:6]

Wallahu a'lam Bis showab

Semoga manfaat
selamat menjalankan Ibadah Puasa


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Kamis, 15 April 2021

“MEREKA YANG TERHALANG MEMINUM AIR TELAGA AL KAUTSAR”

Sungai Al-Kautsar

Terdapat hadits dalam shahih Muslim, dari Anas, ia berkata, suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kami dan saat itu beliau dalam keadaan tidur ringan (tidak nyenyak). Lantas beliau mengangkat kepala dan tersenyum. Kami pun bertanya, “Mengapa engkau tertawa, wahai Rasulullah?” “Baru saja turun kepadaku suatu surat”, jawab beliau. Lalu beliau membaca,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3). Kemudian beliau berkata, “Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?” “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, jawab kami. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebgaian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut.  Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah amalan baru sesudahmu.” (HR. Muslim, no. 400).


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Rabu, 14 April 2021

“YAKINLAH DENGAN KEPASTIANNYA.”

 Jujurlah...

Kita lebih yakin Allah yang melindungi kita , daripada protokol kesehatan dan vaksin.

Karena jaminan Allah itu tidak hanya melindungi , menjaga dan menyelamatkan hamba Nya, dari segala kejahatan dan keburukan, namun juga menyelamatkan manusia dari kegelapan (syirik) kepada cahaya (iman).

Allah Taala berfirman,


ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِۗ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ


Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

-Surat Al-Baqarah, Ayat 257

Siapa yang bisa menjamin dengan mengikuti protokol kesehatan dan menyuntik vaksin seseorang tidak akan terkena penyakit?!

Kita lebih percaya bahwa Allah-lah yang menyembuhkan siapa saja hamba-nya yg sakit daripada obat, dokter, dan siapa saja yang mengaku bisa mengobati dan menyembuhkan .

Allah Taala berfirman,


وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ


dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,

-Surat Asy-Syu'ara, Ayat 80

Manusia sangat takut dengan penyakit bahkan berlebihan menyikapi nya , padahal kematian itu tidak mengenal sakit atau sehat. Tua atau muda .

lebih takutlah dengan kemusyrikan manakala kita berharap dan bergantung kepada selain Allah.



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“JILBAB NAMUN BERPAKAIAN KETAT”

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:
(1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Pelajaran yang terdapat dalam hadist:

1. Di antara maksud dari berpakaian namun telanjang adalah menyingkap aurat, berpakaian tipis, termasuk pula berpakaian ketat yang menampakkan bentuk lekuk tubuh.
2. Ancaman bagi jilboobs.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Wanita shalehah

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ

Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).
[Surat An-Nisa : 34]

2. Mengamalkan ajaran Islam secara keseluruhan.
Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Laksanakanlah seluruh ajaran Islam, jangan tinggalkan ajaran Islam yang ada. Jangan sampai menjadikan hawa nafsu sebagai tuan yang dituruti. Artinya, jika suatu ajaran bersesuaian dengan hawa nafsu, barulah dilaksanakan dan jika tidak, maka ditinggalkan. Yang mesti dilakukan adalah hawa nafsu yang tunduk pada ajaran syari’at dan melakukan ajaran kebaikan sesuai kemampuan. Jika tidak mampu menggapai kebaikan tersebut, maka dengan niatan saja sudah bisa mendapatkan pahala kebaikan.” Lihat Tafsir Al Karimir Rahman karya Syaikh As Sa’di tentang tafsiran ayat di bawah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Selasa, 13 April 2021

“MARHABAN YA RAMADHAN_MARHABAN SYAHROS SHIYAM NAS-ALULLAHAR ROHMAN_ROHMATAN 'ALAD DAWAM...”

 SYURGA DIBUKA LUAS,

DISURUH PULA BERHIAS,

BAGI MUKMIN YANG IKHLAS,

PUASANYA PULA KHOWAS,

ITULAH KEMULIAAN,

DARIPADA AR-RAHMAN,

BUAT UMMAT AKHIR ZAMAN,

DIKURNIAKAN RAMADHAN.


SYAITAN DIIKAT KUAT,

NERAKA DITUTUP RAPAT,

JIKA MASIH MAKSIAT,

NAFSUMU LAH YANG JAHAT,

YA MU'IN BANTUILAH,

AGAR NAFSUMU REBAH,

DARIPADA AMMARAH,

KEPADA MUTMAINNAH.


RAMADHAN BULAN IBADAH,

BERSAHUR MENDAPAT BERKAT,

PUASA PELIHARALAH,

BERBUKA SEGERALAH,

MEMULAKAN DENGAN MENJAMAH,

TAMAR MENGIKUT SUNNAH,

TARAWIH BERJAMA'AH,

TADARUS KALAMULLAH.


SEPULUH MALAM PENAMAT,

KEJARLAH WALAU PENAT,

MOGA ENGKAU MENDAPAT,

LAILATUL QODAR YANG HEBAT,

LENGKAPKAN DENGAN ZAKAT,

JADILAH HAMBA YANG TAAT,

HIDUPMU AKAN BERKAT,

DI DUNIA DAN AKHIRAT.


MALAM PERTAMA RAMADHON,

BEROLEH NAZROH TUHAN,

MALAIKATUR ROHMAN,

MEMOHON KEAMPUNAN,

PINTU BERNAMA AR-RAYYAN,

SUDAH PUN DIJANJIKAN,

MALAM YANG PERHABISAN,

DIKURNIAKAN KEMAAFAN.


JANJI ALLAH TA'ALA,

DUA SAAT GEMBIRA,

BAGI YANG BERPUASA,

PERTAMA KETIKA BERBUKA,

KEDUA KETIKA DI SYURGA,

BERTEMU PENCIPTANYA,

YA KARIIM JADIKAN KU,

MERASAI JANJIMU.


TUHAN TIDAK BERHAJAT,

PUASA SI PENGUMPAT,

CUMA LETIH DAN PENAT,

PAHALA PUN TAK DAPAT,

LALU MENDAPAT LAKNAT,

DARIPADA MALAIKAT,

CEPAT-CEPAT BERTAUBAT,

SEBELUM RAMADHON TAMAT.


PINTAKU OH YA ALLAH,

MAKBULKANLAH IBADAH,

DARI DIRI YANG LEMAH,

DAN JUGA SEKALIAN UMMAH,

KURNIAKANLAH HADIAH,

DENGAN HATI YANG 'UZLAH,

DARI SELAIN ALLAH,

DAN JUA RASULULLAH.


DOSAKU YANG BERBUKU,

PADAMKANLAH WAHAI 'AFWU,

UMPAMA BAYI YANG BARU,

DILAHIRKAN OLEH IBU,

HANYA ALLAH BAGIKU,

TIADALAH SEKUTU,

DENGAN BERKAT NABI_MU ,

PERKENANKANLAH DOAKU.


Yang terindah bukanlah yang menyampaikan tapi yang mampu mengamalkannya..

jaga hati dalam ketaatan, istighfar, dzikir,sholawat tanpa batas...


۞اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.۞




Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“MENGUCAPKAN SALAM DI TELEPON, PENELEPON ATAU YANG DITELEPON?”

Siapa Yang Lebih Dahulu Mengucapkan Salam Di Telepon? 

Sang Penelepon Atau Orang Yang Di Telepon?


Suatu hari, Syaikh Al-Albani Rahimahullah menelefonku, pada waktu itu, aku sedang tidak ada di tempat. 


Maka putriku yang masih kecil menjawab telefon itu, sambil mengangkat gagang telefon, dia berkata: "Assalamu'alaikum warahmatullah". 


Maka Syaikh bertanya tentangku, lalu beliau berkata: "Beritahukan kepada Ayahmu, bahwa Muhammad Nashiruddin Al-Albani menelefon. 


(Beliau tidak menyebut "Syaikh" ... Ini adalah di antara sifat tawadhu'/ rendah hati beliau. -Semoga Allah mengangkat derajat beliau di Surga-). 


Ketika aku pulang ke rumah, putriku mengabarkan bahwa ada seorang laki-laki menelefonku, namanya adalah Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 


Maka akupun segera menelefon beliau. 


Setelah beliau menyelesaikan keperluannya kepadaku, beliau berkata kepadaku: "Wahai Abu Islam, ketika aku menelefonmu, putri kecilmu yang menjawab telefon, dia berkata: ((Assalamu'alaikum warahmatullah)), apakah perbuatannya berdasarkan ilmu, ataukah itu hanya perbuatan pribadi dari seorang anak kecil?


Kami ingin mendapat faidah ilmu wahai Abu Islam." 


(Ini juga merupakan sifat tawadhu' dan hikmah beliau dalam berda'wah, semoga Allah menyayangi beliau). 


Maka akupun berkata: "Hal ini (perbuatan yang dilakukan oleh sang putri) hanyalah perbuatan seorang anak kecil, dan untuk pertama kalinya (dia berbuat demikian). 


Dan yang kita ketahui dalam hal ini adalah bahwa jika seseorang mengangkat telefon, dia berkata ((Na'am / Iya ... )), lalu sang penelefon mengucapkan salam, kemudian orang yang menerima telefon menjawab salamnya, dia tidak memulai mengucapkan salam." 


Beliau rahimahullah berkata: "Hal inilah yang benar, yang kita ketahui, karena sang penelefon seperti orang yang mengetuk pintu, tidak ada perbedaan di antara keduanya." 

------

(Dinukil oleh Murid Syaikh Al-Albani Rahimahullah: Shalih bin Thaha Abu Islam, dalam kitabnya: "Al-'Aqidatu Awwalan Lau Kanu Ya'lamun" (vol.1 / hal.16-17)


Makkah, 22111436 H 


Diterjemahkan oleh: Arfah Ummu Faynan,Lc



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“SEDIH, TAPI BENAR!”

Ayah.. Papah.. Abi.. Abah..

Ibu.. Ummi.. Bunda..
Mamah..

👇👇

Sedih, Tapi Benar!

Seorang guru setelah makan malam, dia mulai memeriksa PR yang dikerjakan oleh para siswanya. Saat itu, suaminya berjalan di dekatnya dengan ponsel pintar sambil Belajar Bisnis Online.

Ketika membaca catatan terakhir, ibu guru itu mulai menangis dengan air mata berlinang...

Suaminya melihat hal itu dan bertanya, 'Mengapa kamu menangis sayang?
Apa yang terjadi?'

Istri: 'Kemarin saya memberikan pekerjaan rumah kepada para siswa saya, untuk menulis sesuatu tentang topik: >>> Yang Saya Inginkan <<<

'Suami: "OK, tapi kenapa kamu menangis?

'Istri: 'Memeriksa catatan mereka, itulah yang membuat saya menangis.

'Suami ingin tahu:' Apa yang tertulis dalam catatan yang membuat kamu menangis?

'Istri:' Dengarkan tulisan anak ini...

"Keinginan saya adalah untuk menjadi sebuah ponsel pintar.

Orang tua saya sungguh sangat mencintai ponsel pintar mereka.

Mereka peduli ponsel pintar mereka, sehingga kadang-kadang mereka lupa untuk peduli kepada aku.  Ayah saya pulang dari kantor lelah, ia memiliki banyak waktu untuk ponsel pintarnya, tapi tidak bagi saya.

Ketika orang tua saya melakukan beberapa pekerjaan penting dan ponsel pintar berdering, dengan segera mereka mengangkat teleponnya, tapi tidak untuk aku, bahkan jika aku merengek menangis pun.

Mereka bermain game di ponsel pintar, mereka tidak bermain dengan saya.

Mereka berbicara dengan seseorang di telepon pintar mereka, mereka tidak pernah mendengarkan saya, bahkan sekalipun saya mengatakan sesuatu yang penting.

Jadi, keinginan saya adalah untuk menjadi sebuah Ponsel Pintar."

Setelah mendengarkan catatan anak murid itu,  sang suami tersentuh dan bertanya kepada istrinya, 'Siapa menulis itu sayang?'.

Istri: 'Anak kita!'

Hallo pembaca!

Gadget sungguh bermanfaat, tetapi itu semua adalah untuk kemudahan saja.  Janganlah kita berhenti mencintai anggota keluarga dan orang-orang yang mencintai kita.

Anak-anak melihat dan merasakan segala sesuatu apa yang terjadi dengan & di sekitar mereka. Berbagai hal dapat tertulis pada pikiran mereka dengan efek yang kekal. Mari berhati-hati, sehingga mereka tidak tumbuh dengan cinta dan hal-hal yang palsu.

Mari kita berubah!


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“KISAH SEORANG DOKTER”

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama tiga  hari bersavma jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya. Ada semangat baru.

Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah.

“Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.

Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah.

Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat.

Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.

“Bapak sebelum kesini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat.

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus dioperasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara jongkok sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih.

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan berisiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat.


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“HIKMAH”

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : ” Barang siapa yang

meremehkan pendidikan anak dengan tidak memberikan sesuatu yang bermanfaat baginya , dan membiarkannya sia-sia
maka dia telah berbuat keburukan yang sangat buruk kepada anaknya . Dan kebanyakan rusaknya anak datang dari sisi bapaknya , karena mereka melalaikan anak - anaknya , tidak mengajari mereka kewajiban - kewajiban dan sunah - sunah agama . Lalu mereka pun menyia - nyiakan anak - anak mereka di waktu kecil, sehingga mereka tidak bisa
bermanfaat untuk diri sendiri dan tidak bisa pula memberi manfaat terhadap orang tuanya di masa tua . ”

( Tuhfatul Maudud bi Ahkaamil Maulud)



Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Senin, 12 April 2021

“PUASA TAPI PACARAN”

 Ramadhan adalah bulan yang mulia. Namun mulianya ramadhan tidak diimbangi dengan sikap kaum muslimin untuk memuliakannya

Banyak diantara mereka yang menodai kesucian ramadhan dengan melakukan berbagai macam dosa dan maksiat

Pantas saja, jika banyak orang yang berpuasa di bulan ramadhan, namun puasanya tidak menghasilkan pahala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga.”
(HR. Ahmad 8856)

Salah satu diantara sebabnya adalah mereka berpuasa, namun masih rajin berbuat maksiat

Pacaran adalah Zina

Pacaran tidaklah lepas dari zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina hati

Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yg pasti terjadi, tidak bisa dielakkan.
Zina kedua mata adlh dg melihat.
Zina kedua telinga dgn mendengar.
Zina lisan adlh dengan berbicara.
Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh).
Zina kaki adalah dengan melangkah.
Zina hati adlh dg menginginkan dan berangan-angan

Lalu kemaluanlah yg nanti akan membenarkan atau mengingkari yg demikian.”
(HR. Muslim no. 6925)

Allah melarang mendekati perbuatan ini dengan menjauhi semua sebab yang akan mengantarkannya.
Allah berfirman,
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra: 32)
•
•
Maksiat Saat Puasa

Pacaran adalah perbuatan maksiat
Bahaya besar bisa mengancam mereka yang pacaran ketika puasa ramadhan
Bisa jadi puasanya tidak diterima di sisi Allah

Karena itu, segera hentikan kegiatan pacaran anda, dan ambil jalur yg dihalalkan, yaitu menikah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah"
(HR. Ibnu Majah 1847)

“Tidak ada yang menghalangimu untuk menikah, selain karena kamu lemah atau sifat fujur (lebih memilih kejelekan)”
(HR. Ibnu Abi Syaibah)


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Minggu, 04 April 2021

“WALA’ DAN BARO’ ”

Salah satu dari prinsip akidah Ahlussunnah wal Jamaah adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah, yaitu mencintai dan membela Allah, agama-Nya, Rasul-Nya dan kaum mukminin, membenci dan berlepas diri dari semua yang Allah benci, berupa kekafiran, kemusyrikan, dan para pelakunya. Akidah ini dikenal dengan akidah wala dan baro’ yang merupakan bagian dari tauhid uluhiyah. 


Wala kepada Allah, Rasul-Nya dan agama Islam adalah wala yang mutlak. Demikian juga baro’ terhadap kekufuran dan kaum kafirin adalah baro’ yang mutlak. Sedangkan terhadap ahlul maksiat dan orang-orang yang menyimpang dalam urusan agama, maka pada dasarnya yang berlaku adalah wala yang terkadang harus diiringi oleh baro yang nisbi, yaitu dia disayangi karena imannya, dan dimusuhi karena kemaksiatannya dengan tetap memberikan nasihat untuknya, memerintahnya pada kebaikan, melarangnya dari kemungkaran dan mengucilkannya bilamana pengucilan itu memang membuatnya jera dan malu sehingga mau kembali kepada kebenaran.


Wala dan baro’ adalah bagian tauhid yang penting sekali, karena ketiadaan keduanya pada diri seseorang bisa mengeluarkannya dari lingkaran Islam.


Wala dan baro merupakan bagian penting dari makna syahadat la ilaha illalloh yang termasuk prinsip utama yang selalu dipegang teguh oleh para nabi dan orang-orang sholih sebelum kita. Wala dan baro’ merupakan bagian dari ikatan iman yang paling kuat yang merupakan faktor utama yang menyebabkan hati dapat merasakan manisnya iman.


Di antara bentuk wala (loyalitas) terhadap kaum muslimin yaitu membantu dan menolong kaum muslimin, mencintai kaum muslimin sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, menjaga kehormatan kaum muslimin dan bersatu dalam jamaah kaum muslimin.


Adapun di antara bentuk baro (berlepas diri) terhadap orang-orang kafir yaitu tidak menyerupai mereka dalam segala hal yang menjadi ciri khas mereka, tidak menolong dan membantu mereka untuk melawan kaum muslimin, tidak memuji mereka, tidak ikut berpartisipasi dalam perayaan keagamaan mereka atau mengucapkan selamat dalam rangka perayaan tersebut dan tidak memintakan ampunan Allah untuk mereka.


Oleh karena itu, seorang muslim wajib untuk mencintai kaum muslimin dan membela mereka, sebaliknya ia harus membenci musuh-musuh Allah dan berlepas diri dari mereka.



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“PERISTIRAHATAN TERAKHIR?!”

Banyak di antara kalimat itu yang singkat, seolah sepele tapi maknanya besar dan berpotensi merusak aqidah seseorang. Dalam suatu prosesi shalat jenazah di sebuah masjid komplek. Salah seorang dari DKM-nya memberikan sepatah dua kata kepada jamaah. Kalimat pak takmir itu kira-kira begini:

“Terima kasih kami ucapkan kepada jamaah sekalian, baik itu keluarga, tetangga atau rekan-rekan kantor yang berkenan untuk menshalati jenazah, dan jika ada waktu selanjutnya kita antarkan jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Pondok Ranggon.” 

Tidak ada yang salah dari ucapan itu kecuali bagian akhirnya. Benarkah kuburan itu “Tempat peristirahatan terakhir??” Padahal Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

إِنَّ القَبْرَ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الآخِرَةِ ، فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ ، وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ

“Sesungguhnya kuburan adalah awal perjalanan akhirat. Barang siapa yang berhasil di alam kubur maka yang setelahnya akan lebih mudah dan barang siapa yang tidak berhasil maka yang setelahnya lebih berat.” (HR. Tirmidzi: 2308, dihasankan oleh Syaikh al-Albani Shahih al-Jami’)

Kuburan itu bahkan adalah awal dari perjalanan panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tempat ujian pertama dalam fase kehidupan akhirat. Siapa yang menjamin bahwa kita akan dapat beristirahat di tempat itu?

Jika seandainya kuburan memang tempat peristirahatan terakhir tentu manusia akan berbondong-bondong bunuh diri agar bisa beristirahat dari letihnya kehidupan dunia, namun ternyata kenyataannya tidak begitu. Allah berfirman mengabarkan nasib Fira’un dan pengikutnya:

 النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

"Kepada mereka (Fir’aun dan pengikutnya) dinampakkan neraka pada pagi dan petang,  dan pada hari kiamat (dikatakan kepada malaikat): “Masukkan Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang pedih.” (QS. Ghafir: 46)

Ternyata, sampai saat ini pun bahkan sampai hari kiamat datang, Fir’aun dan kaumnya tidak mendapatkan istirahat di alam kuburnya. Oleh sebab itu, jangan pernah mengatakan lagi kuburan itu sebagai tempat peristirahatan terakhir. Justru ia adalah tempat persinggahan pertama serta penentu kehidupan kita selanjutnya di alam akhirat nan kekal. Persiapkanlah, karena kita semua pasti akan melaluinya.


Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Kamis, 01 April 2021

“ORANG YANG BIJAK VERSUS DUNGU”

 عن شداد بن أوس رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :


 الْكَيِّسِ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْأَحْمَقُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وتمنّى على الله الأمانى 

 

Dari Syadad bin aus radhiyallahu anhu berkata, bersabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

“Orang yang bijaksana ialah orang yang menguasai dirinya dan berbuat untuk bekal sesudah mati. Dan orang yang dungulah yang menuruti hawa nafsunya dan mengharapkan ridha Allah dan pahala-Nya dengan angan-angan kosong.” [ Hr Ahmad & Hr Tirmizi] 


Pelajaran yang terdapat didalam hadist


1- Iman itu hendaklah tampak dalam amal dan perbuatan dan bukan hanya dalam angan-angan.

2- Iman adalah apa yang menetap di hati dan dibuktikan oleh amal perbuatan. 

3- Rasulullah saw. pun menegaskan pengertian itu dan bahwasanya penyerahan diri kepada Allah dengan disertai amal saleh dan kebajikan adalah hal yang dibenarkan oleh akal yang sehat dan bijaksana, dan bahwasanya hal yang berlawanan dengan itu adalah suatu ketololan dan kedunguan


Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :


1- Allah swt. telah menolak anggapan segolongan orang yang mengira bahwa angan-angan dapat mengantar orang mencapai tujuannya. 


لَيْسَ بِأَمانِيِّكُمْ وَلا أَمانِيِّ أَهْلِ الْكِتابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءاً يُجْزَ بِهِ وَلا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيراً , وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيراً 


“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (Annisa 123-124). 


2- Kemudian Allah menerangkan jalan keluarnya, yaitu dengan penyerahan diri kepada Allah dan penyempurnaan amal saleh


 وَمَنْ أَحْسَنُ دِيناً مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْراهِيمَ حَنِيفاً وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْراهِيمَ خَلِيلاً 


 “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (Annisa 125).



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“JAWABAN ALLAH PERIHAL COVID ATAU BENCANA LAINNYA”

Manusia bertanya kepada Sang Khaliq :


Ya Allah, apakah gerangan yang sedang menimpa kami saat ini?


Al Qur'an menjawab :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah : 155)

.

Mengapakah kami harus diuji dengan wabah corona seperti ini ?


Al Qur'an menjawab :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut : 2)

.

Untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya Allah?


Al Qur'an menjawab :

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah ; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya” (QS. At-Taghabun :11)

.

Namun, mengapa harus terjadi pada kami ?


Al Qur'an menjawab :

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al-Ankabut : 3)

.

Darimana datangnya musibah ini ya Allah ?


Al Qur'an menjawab :

“Dari mana datangnya ini?” Katakanlah: “Itu dari dirimu sendiri” (QS. Ali Imran: 165)

.

Tapi ya Allah, wabah ini sungguh buruk bagi kami…


Al Qur'an menjawab :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)

.

Telah sesak nafas kami, berat hidup kami, gara-gara wabah ini…


Al Qur'an menjawab :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

.

Kami tidak bisa bekerja ya Allah, kami dikurung di rumah saja, kami tidak bisa berbuat apa-apa…


Al Qur'an menjawab :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran : 139)

.

Terkadang, wabah ini memberikan tekanan yang demikian dahsyat kepada kami. Rasanya kami telah menyerah kalah. Sebagian dari kami bahkan telah berputus asa...


Al Qur'an menjawab :

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. Yusuf : 87).

“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al-Hijr: 56)

.

Kami menjadi gelisah, tidak tenang, karena beban berat yang kami hadapi akibat wabah ini…


Al Qur'an menjawab :

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28)

.

Di saat sempit seperti ini, masih adakah jalan keluar bagi kami? Masih adakah pintu rezeki untuk menyambung hidup kami ya Allah?


Al Qur'an menjawab :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. Ath-Thalaq: 4)

.

Tapi, perusahaan sudah memotong gaji kami. Bahkan sebagian dari kami, sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. Siapa yang akan memberikan rezeki kepada kami?


Al Qur'an menjawab :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya" (QS. Hud: 6)

.

Sudah selama ini kami menjalani kebijakan Stay At Home. Rasanya sudah tidak kuat untuk terus menerus dikurung di dalam rumah. Lelah ya Allah. Sungguh kami tidak tahu, sampai kapan suasana ini…


Al Qur'an menjawab :

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200)

.

Mengapa Engkau menyuruh kami untuk bersabar ?


Al Qur'an menjawab :

“Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran : 146)

.

_Adakah balasan atas kesabaran kami ya Allah ?


Al Qur'an menjawab :

“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nahl : 96)

.

Alhamdulillah. Seberapa banyakkah pahala yang akan Engkau berikan kami?


Al Qur'an menjawab :

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10)

.

Subahanallah… Lalu bagaimana nasib kami kelak di akhirat ya Allah ?


Al Qur'an menjawab :

“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (surga),(sambil mengucapkan) ‘SeLamat untuk kalian atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (QS. Ar-Ra’du : 23-24)

.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...

Sekarang kami tenang ya Allah, kami ridha dengan ketentuan-Mu, kami bersabar dengan ujian-Mu.

.

Al Qur'an menjawab :

“Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya” (QS. Al-Bayyinah : 8) “Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar" (QS. At-Taubah : 72)



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...