Dalam budaya bangsa Arab terdahulu, seorang anak yang baru lahir harus disusui oleh wanita selain ibunya.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menguatkan ototnya, dan memelihara kefasihan berbicara seperti ibu mereka, karena keluarga yang menyusui bertugas melatih bahasa Arab bayi yang disusuinya.
Tradisi ini dialami pula oleh Nabi Muhammad ketika beliau baru lahir. Aminah, ibunda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mesti menyerahkan anaknya kepada wanita lain untuk disusui.
Namun, dikutip dari buku 'The Great Story of Muhammad SAW' karya Ahmad Hatta dkk. terbitan Maghfirah Pustaka, ketika itu Makkah sedang mengalami musim paceklik. Aminah berdiri sendiri mematung di pintu rumahnya sambil menggendong Muhammad bayi yang masih kecil.
Sudah cukup lama Aminah berdiri di sana menunggu wanita dari kalangan Bani Sa'ad untuk menyusui anaknya. Namun tak satupun yang mau mengambil Muhammad kecil.
Pasalnya Muhammad kecil hanyalah seorang anak yatim. Ayahnya, Abdullah, telah meninggal dunia sebelum Muhammad lahir ke dunia. Wanita dari kalangan Bani Sa'ad kala itu sedang mengalami kesulitan ekonomi, mereka butuh imbalan dari menyusui anak orang lain untuk menyambung hidup.
Tetapi Aminah tetap tegar berdiri menunggu ada wanita dari kalangan Bani Sa'ad yang mau menyusui anaknya. Kemudian datanglah Halimah menghampiri Aminah.
"Izinkan aku menjadi ibu susunya," ujar Halimah kepada Aminah. Halimah pun langsung membawa Muhammad kecil ke kampung halamannya dengan menaiki unta sambil memangku Sang Nabi Terakhir.
Baru saja sebentar Halimah membawa Muhammad, keberkahan langsung menghampirinya. Di tengah perjalanan menuju desanya, tiba-tiba saja dia Halimah merasakan air susunya penuh. Diapun langsung menyusui Muhammad sampai kenyang.
Bukan hanya itu, keberkahan pun dirasakan oleh anaknya Halimah. Sang anak yang biasanya menangis karena kelaparan juga langsung disusui Halimah sampai tertidur pulas.
Bahkan ketika suami Halimah mendekati unta yang mereka tunggangi, dia mendapatkan puting susu unta tersebut penuh dengan air susu. Ia pun langsung memeras air susu itu untuk diminum bersama sang istri tercinta sampai puas dan tertidur lelap.
Belum berhenti sampai di situ, saat perjalanan pulang ke desa dilanjutkan, unta yang ditunggangi Halimah dan Muhammad kecil seketika bisa berlari kencang hingga tak dapat disusul unta yang lain. Padahal sebelumnya unta itu berjalan amat lambat.
Saat mereka sampai di desa, yang sedang mengalami musim paceklik, Halimah dan suami menemukan domba-dombanya dalam keadaan gemuk dan penuh dengan air susu.
Keduanya pun langsung memeras air susu domba mereka. Padahal saat itu tidak ada seorangpun di desa yang bisa memeras susu domba miliknya masing-masing.
Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:
Posting Komentar