Bismillah...
Hidup merupakan sebuah rahasia yg penuh dengan teka-teki, meskipun banyak orang-orang yg dianggap mampu menerawang masa depan namun tetap saja Allah mempunyai seribu macam cara untuk tetap menyimpannya secara utuh. Manusia hanya mampu menerka & menebak, gambaran yg terlihat jelas tentang masa depan tergantung dari seberapa kuat mereka meyakini tentang hal yg tercipta dalam benak diri masing-masing. Namun 1 hal yg perlu kita pahami adalah "lakukan hal terbaik yg mampu dilakukan", meskipun masa depan tak sesuai ekspektasi namun ketahuilah Allah takkan memberikan hal buruk melainkan hanya digantikan dengan hal yg jauh lebih baik & lebih pantas untukmu.
Karna pada dasarnya, Allah memberikan apa yg kita butuhkan bukan apa yg kita inginkan.
Dunia memberikan banyak tanda tanya besar dalam kehidupan, berbagai hal yg tersuguhkan terkadang membuat kita sedikit bertanya-tanya "mengapa hal tersebut bisa terjadi?"
Contohnya seperti pertanyaan, "mengapa Allah menciptakan makhluk hidup kalo pada akhirnya akan mati juga?" Salah 1 pertanyaan sederhana namun melahirkan jawaban yg berbeda-beda, bahkan tak sedikit dari kita mencampur tangankan agama untuk menjelaskan tentang pertanyaan di atas. Namun ada yg menjawab pertanyaan di atas dengan pertanyaan juga seperti, "Mengapa kita makan kalo pada akhirnya kita tau akan lapar kembali?", "mengapa kita mandi kalo pada akhirnya kita akan kotor lagi nantinya?", "mengapa kita berani jatuh cinta kalo kita tau akan merasakan sakit hati pada akhirnya?"
Untuk lebih mudah memahami, coba kita bicarakan 1 topik sederhana yg takkan terlepas dari kehidupan di dunia. Wujudnya bisa dalam hal apapun, namun lebih bisa dirasakan. Kalian tau, apakah hal tersebut?
Iya, cinta...
Cinta memberikan banyak energi yg mungkin tak bisa dibayangkan sebelumnya, memustahilkan hal yg pada awalnya takkan terpikirkan oleh kita untuk melakukannya bahkan daya sekuat logika pun terkadang terkalahkan oleh lembutnya cinta sehingga banyak yg beranggapan bahwa "cinta itu buta & terkadang tak masuk akal".
Kita tak bisa menentukan akan jatuh hati pada siapa, cinta bisa tumbuh dalam sebuah persahabatan dikarenakan intensitas dalam melakukan berbagai macam hal dalam waktu yg lama. Cinta bisa datang ketika ada seseorang yg memberikan bantuan kepada kita, di saat kita benar-benar membutuhkan orang lain pada saat itu. Bahkan cinta bisa muncul dari rasa benci, ketika kita selalu beradu argument & meributkan banyak hal, lalu hal tersebut lama kelamaan akan menumbuhkan rasa rindu ketika tak bertemu.
Di saat kita jatuh cinta, munafik rasanya kalo kita tak mengharapkan bahwa orang tersebut mencintai kita juga. Segala hal yg ada pada dirinya mulai dari senyumnya, caranya tertawa, bagaimana tingkah konyolnya, terlihat begitu sempurna di mata kita. Dari situlah harapan mulai muncul, bahwa suatu saat nanti kita mampu menghabiskan waktu bersama dengan dirinya. Membayangkannya saja sudah membuat mabuk kepayang, bagaimana kalo Allah mewujudkan mimpi kita menjadi nyata? Bahagia sekali rasanya.
Karna kita menaruh harapan yg besar terhadap dirinya saat sedang bersama & dia memperlakukan diri kita dengan begitu ramahnya, jantung terasa berdegup kencang & dalam hati pun bergumam "apa dia punya perasaan yg sama dengan yg sekarang aku rasakan?" Dari situ setiap hal yg dia lakukan, kita selalu menganggap bahwa hal tersebut ditunjukkan kepada kita sebagai sebuah sinyal bahwa dia jatuh cinta kepada kita juga.
Setelah sekian lama melakukan hal bersama, segala perhatian & perlakuan yg dia berikan kepada kita, semakin menguatkan harapan bahwa dia akan menyatakan cinta kepada kita. Namun terkadang kenyataan tak sesuai ekspektasi, dia yg kita harapkan akan mencintai kita justru memilih orang lain sebagai pilihan hatinya.
Kita mengutuk diri sendiri, "mengapa jatuh cinta rasanya sesakit ini?" Mengapa dia memilih orang lain ketimbang kita yg sudah jelas-jelas mencintainya dengan sepenuh hati, dia mempermainkan perasaan kita yg sudah terlanjur jatuh pada pesonanya. Semua harapan yg telah kita yakinkan, seketika runtuh & hancur berkeping-keping.
Namun tahukah kalian? Ketika kita menaruh harapan pada seseorang, bahwasanya hal tersebut adalah salah 1 kesalahan terbesar yg paling sering dilakukan oleh manusia. Namun sedihnya, kita sering mengabaikan hal tersebut.
Berharap pada manusia... adalah 1 tindakan yg wajar namun terlalu bodoh untuk dilakukan terus-menerus. Bagaimana mungkin manusia tak merasakan sakit hati & kecewa, jika harapan hidup diberikan kepada sesama manusia (makhluk hidup yg membutuhkan pengharapan juga)?
Untuk apa adanya agama? Agama memberikan sebuah pegangan pada kita bahwa ada Dzat yg mampu menampung segala harapanmu yaitu Allah.
Allah mendengar segala doa & pengharapan, bahkan dalam hati sekalipun. Mungkin Allah tak selalu mewujudkan harapan kita, namun setidaknya Allah tak pernah mengumbar janji manis yg berujung miris. Allah akan memberikan segala yg terbaik & kita butuhkan dalam hidup kita, mungkin terkadang kita merasakan ketidakadilan ketika melihat apa yg Allah lakukan terhadap hidup kita. Namun, 1 hal yg perlu diingat adalah "ketahuilah Allah lebih mengenal diri kita dibanding siapapun, termasuk dirimu sendiri".
Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag
Tidak ada komentar:
Posting Komentar