Kamis, 24 Juni 2021

“TIRULAH RASUL DALAM MELURUSKAN KESALAHAN ORANG”

Wahai saudaraku,

ketika engkau memurtadkan saudaramu sesalam muslim, tanyakanlah kepada dirimu sendiri, "Kira-kira, manakah yang lebih baik, Dirimu atau Nabi Musa?" Jawabanmu pastilah, "Sudah tentu Nabi Musa lebih baik daripada saya.”

Lalu tanyakanlah pertanyaan kedua, "lalu, siapakah menurut pendapatmu yang lebih jahat, orang yang kau murtadkan atau Firaun?" Tentu jawabanmu adalah, "Pada hemat saya, Firaun masih lebih jahat daripada orang yang saya murtadkan."

Maaf, saudaraku.
Seingat saya, bagaimana pun jahatnya Firaun, sampai ia mengaku Tuhan, dan bertindak kejam kepada umat Nabi Musa, malah telah merebus hidup-hidup dayang-dayang putrinya yang bernama Masyitah beserta susuannya, pun Nabi Musa diperintahkan Allah untuk berkata dengan lemah lembut kepada si zalim itu. Tolong dapatkah Tuan membacakan buat saya perintah Allah yang dimuat dalam Al-Quran Surat Thoha ayat 44 tersebut?" "Berikanlah, hai Musa dan Harun, kepada Firaun nasihat-nasihat yang baik dengan bahasa yang halus, mudah-mudahan ia mau ingat dan menjadi takut kepada Allah." (QS Toha : 44)

Karena itu,  Menegurlah  orang yang salah dengan bahasa yang lebih sopan dan sikap yang lebih bertata krama? Lantaran Tuan (saudara) tidak sebaik Nabi Musa dan orang yang tuan murtadkan tidak sejahat Firaun? Ataukah barangkali Tuan mempunya Al-Quran lain yang memuat ayat 44 surat Thaha itu?"

Saudaraku,..
Hatimu mungkin tidak puas, rasanya masih ingin mengutuk dengan kalimat yang lebih garang dan keras. Akan tetapi, bagaimanapun pahitnya, perintah Allah harus dipatuhi, ayat Al-Quran harus dipegang.
Kutiplah surah An-Nahl ayat 125 yang berbunyi : "Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana, dengan nasihat yang baik.

Jika seseorang melihat bahwa ada saudaranya sesama muslim menyimpang, mengapa ia tidak menyayangi saudaranya dengan meluruskannya ?
Tidak hanya berkoar memurtadkan orang lain, sementara ia sendiri tidak melakukan perbaikan.

Seyogianya seseorang tidak mencampur adukkan pendapat pribadi pada hal-hal yang menjadi hak prerogatif Allah.
Pengafiran dan pemurtadan adalah hak prerogatif Allah, bukan hak manusia. Tahanlah ucapan-ucapanmu dari hamba-hamba Allah, yang laki-laki dan perempuan karena engkau hanya seorang hamba yang bertugas memberikan peringatan. Engkau tidak bersekutu dengan Allah dalam kerajaan-Nya, juga tidak bersekutu dalam surga dan neraka-Nya. Engkau tidak mempunyai kuasa terhadap-keputusan Allah dan terhadap hamba-hamba-Nya.

Sebelum seorang menggenggam surga dan neraka di kedua tangannya, ia tidak boleh memberikan status kafir atau murtad kepada sesama muslim.

Wallahu a'lam
Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya, Aamiin


Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...