Sabtu, 26 September 2020

“APA YANG BISA DIHARAPKAN DARI RAHMAT ALLAH TA'ALA"

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, di mana ia berkata : Ketika ayat ini turun, iblis menonjol-nonjolkan diri, seraya berkata : "Saya termasuk salah satu dari sesuatu itu, maka saya akan mendapatkan bagian rahmat-Nya"; demikian pula orang-orang Yahudi dan Nasrani pun menonjol-nonjolkan diri. Namun ketika turun ayat :


فَسَأَكۡتُبُهَا لِلَّذِینَ یَتَّقُونَ وَیُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِینَ هُم بِـَٔایَـٰتِنَا یُؤۡمِنُونَ


"Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (QS. Al-A'rāf, 7: 156)


Maka iblis berputus asa dari rahmat-Nya. Sedangkan orang-orang

Yahudi dan Nasrani berkata : "Kami merasa tidak menyekutukan Allah, menunaikan zakat dan beriman kepada ayat-ayat-Nya", kemudian turun ayat :


الذي يتبعون الرسول النبي الامي.


"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis)." (QS. Al-A'rāf, 7: 157)


Maka orang-orang Yahudi dan Nasrani berputus asa. Jadi rahmat itu semata-mata hanya bagi orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, wajib atas setiap orang yang beriman untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah atas iman yang dikaruniakan kepadanya dan namanya tercatat dalam kelompok orang-orang yang beriman, di samping ia harus senantiasa bermohon kepada Allah agar dijauhkan dari perbuatan-perbuatan dosa.


Diriwayatkan dari Yahya bin Mu'adz Ar-Razi, di mana di dalam doanya ia berkata : "Wahai Tuhanku, Engkau telah menurunkan satu rahmat bagi kami, dan dengan rahmat yang satu itu Engkau telah memuliakan kami dengan rahmat beragama Islam. Bila Engkau menurunkan seratus rahmat, maka bagaimana kami tidak akan mengharapkan ampunan-Mu".


Diriwayatkan pula daripadanya bahwa ia berdoa : "Wahai Tuhanku, apabila balasan-Mu diberikan kepada orang-orang yang taat dan rahmat-Mu diberikan kepada orang-orang yang taat namun saya tetap memohon balasan-Mu, dan saya termasuk orang-orang yang berdosa, maka saya memohon rahmat-Mu".


Diriwayatkan pula daripadanya bahwasanya ia berdoa "Wahai Tuhanku, Engkau menciptakan surga dan dijadikannya sebagai tempat berpesta ria bagi kekasih-kekasih-Mu, dan orang-orang kafir tidak ada harapan untuk masuk ke dalamnya. Engkau menciptakan malaikat dan mereka tidak ada keinginan untuk masuk ke dalamnya dan Engkau juga tidak begitu peduli dengan mereka. Jika Engkau tidak memberikan surga itu untuk kami, maka akan diberikan kepada siapa surga itu?"


Al-Faqih berkata : Al-Khalil bin Ahmad menceritakan kepada kami, Abu Bakr As-Siraj menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Hakam menceritakan kepada kami, Mu'awiyah bin Hisyam menceritakan kepada kami dari Sufyan dari Firas bin Yahya dari 'Athiyyah dari Abu Sa'id Al-Khudri ra. dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau bersabda :


لقظ دخل رجل الجنة ما عمل خيرا قط قال لاهله حين حضره الموت اذا انا مت فاحرقوني بالنار ثم اسحثونى ثم ذروا نصفى فى البحر ونصفى فى البر فلما مات فعلوا ذلك فامرالله تعالى البر والبحر فجمعاه فقال ما حملك على ما صنعت قال مخافتك يا رب فغفرالله له يذلك


"Ada seseorang masuk surga (padahal) ia sama sekali tidak mengerjakan kebaikan; hanya saja sewaktu ia hendak mati, ia berkata kepada keluarganya : "Apabila saya mati maka bakarlah saya dengan api, kemudian taburlah abunya separuh di daratan dan separuhnya lagi di lautan". Ketika ia mati, keluarganya mengerjakan apa yang dipesankannya itu. Allah lantas memerintahkan kepada daratan dan lautan untuk mengumpulkan abunya itu, dan berfirman : "Apa yang menyebabkan kamu berbuat seperti itu?" Orang itu menjawab : "Wahai Tuhan, karena saya takut kepada-Mu". Kemudian Allah mengampuni dosa-dosanya karena takutnya kepada Allah itu."



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...