Senin, 14 September 2020

“PENJELASAN CARA MENGHILANGKAN PERASAAN RIYA' DARI HATI SESEORANG"

Siapapun yang yakin bahwa setan itu adalah makhluk yang hina, maka hendaknya ia yakin bahwa apa saja yang dikehendaki oleh Allah swt pasti akan terjadi.'


Ada sekelompok ulama berkata: 'Seorang harus terus berhati-hati dari setan, karena setan akan selalu mengganggu manusia. Jika ada seorang yang merasa aman dari gangguan setan, maka setan akan menguasai dirinya, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah swt :


اِنَّ هَٰذَا عَدُوّٞ لَّكَ وَلِزَوۡجِكَ فَلَا يُخۡرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلۡجَنَّةِ فَتَشۡقَىٰٓ


Sungguh ini (Iblis) musuh  bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.

-Surat Tha-Ha, Ayat 117


Jika seorang nabi tidak boleh merasa aman ketika ia sedang berada di surga, maka bagaimanakah orang lain boleh merasa aman dari godaan setan ketika berada di dunia?


Hendaknya kita selalu mewaspadai diri kita dari godaan setan yaitu dengan cara mencintai Allah swt, sebagaimana kita harus mewaspadai diri kita dari bujuk rayu orang-orang kafir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah swt :


وليأخذوا حذرهم وأسلحتهم


Artinya: “Dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata.” (Qs an-Nisaa' ayat: 102).


Maka hendaknya kita mewaspadai diri kita dari godaan setab dan hendaknya kita yakin bahwa yang memberi petunjuk atau yang menyesatkan hanyalah Allah swt. Adapun sebab-sebabnya sangat mudah untuk menjalankannya.


Itulah pendapat al-Imam al-Muhasibi karena ia telah menyaksikan cahaya ilmu yang diberikan kepadanya, sehingga ia dapat membedakan siapa yang ibadahnya ikhlas dan siapa pula yang ibadahnya riya.'


Kemudian para ulama saling berbeda pendapat cara mewaspadai diri kita dari godaan setan, ada yang berpendapat demikian : 'Seorang tidak boleh lengah sedikitpun dari mewaspadai bujuk rayu setan.'


Adapula yang berpendapat : 'Hendaknya kita menyibukkan diri kita dengan memperbanyak beribadah, berdzikir dan tidak melupakan setan serta bermusuhan dengannya, sehingga kita dapat menyatukan dua perkara menjadi satu.'


Tetapi ulama yang kuat berkata: 'Kedua pendapat diatas adalah salah, adapun yang pertama karena ia tidak menyebutkan tentang adanya bujuk rayu setan dan ia tidak menyebutkan harus selalu berdzikir kepada Allah swt.


Adapun pendapat kedua juga salah karena pendapatnya menyatukan antara mengingat Allah swt dengan mengingat setan. Seorang yang lebih mengingat setan, maka ia akan lupa dari Allah swt.'


Sudah seharusnya jika seorang waspada dari setan, kemudian menyibukkan dirinya dengan berdzikir kepada Allah swt dengan sepenuh hati, sehingga ia tidak ingat kepada setan sedikitpun. Jika ia sampai teringat kepada setan, maka ia segera menyadarinya dan menolaknya.


Seorang yang selalu berdzikir kepada Allah swt, maka ia akan selalu mengingat Allah swt dan lupa kepada setan. Sampaipun seorang yang tidur dan ia takut jika tidak mendapati waktu Subuh, maka pada malam harinya ia akan bangun berulang kali karena hatinya selalu berhati-hati agar ia tidak ketinggalan datangnya waktu Subuh.


Keadaan hati orang ini sudah mampu untuk menolak bujuk rayu setan karena ia selalu ingat kepada Allah swt, sehingga hawa nafsunya telah mati, tetapi cahaya akal dan ilmunya masih ada.


Perumpamaan hati adalah bagai sebuah sumur yang hendak dibersihkan dari air yang kotor, agar mengeluarkan air yang bersih. Seorang yang sibuk mengingat setan, maka ia akan meninggalkan air yang kotor, tetapi seorang yang mengingat setan dan mengingat Allah swt, maka ia membersihkan yang kotor dari satu sisi tetapi ia tidak dapat

menutupnya dari sisi yang lain.


Adapun seorang yang pandai, maka ia akan menutup sumber air yang kotor dan akan membuka sumber air yang bersih, sehingga air sumur itu dipenuhi dengan air yang bersih. Tetapi jika ada sumber yang kotor, maka ia berusaha sekuat tenaganya untuk menutupnya tanpa paksaan.


Wallahu A'lam bish-shawaab



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...