Kamis, 31 Desember 2020

“AGAR RUMAH TANGGA LANGGENG SAMPAI KE SURGA”

Setelah menikah, perbanyak dua ungkapan ini dengan pasangan:

1. Terima kasih
2. Ma'af

Kata pertama sebagai pemikat dan kata kedua menjadikan hati semakin erat.

Perselisihan, salah faham, cemburu, dan pertengkaran dalam rumah tangga sesuatu yang tidak bisa di hindarkan. Karena semua itu ujian seberapa kuat bertahan memperjuangkan cinta dan menepis keegoisan.

Menikah Adalah Menyatukan Dua Karakter Berbeda, Maka Bersabarlah Jika Pasanganmu Sering Berbeda Persepsi.

❝Jangan kau pahat kesalahan istrimu dibatu dan kau catat kebaikannya di air. Akan tetapi baliklah perkaranya agar tak mudah engkau marah dan cemberut padanya❞

Begitu juga para istri, janganlah mudah marah dan cemberut pada suami karna kesalahan yang masih bisa di ma'afkan.

Hendaknya setiap pasangan memiliki tiga hal

(1.) Utamakan SABAR hindarkan marah. Nabi ﷺ bersabda

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ

Orang yang hebat bukahlah orang yang sering menang dalam pertengkaran. Namun orang yang hebat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika marah.” (HR. Bukhari & Muslim)

(2.) Bersikap ADIL. Setiap orang memiliki sisi baik. Tidaklah adil manakala satu kesalahan menghapuskan seribu kebaikan yang pernah dilakukannya.

Allah ﷻ berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاء لِلّهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu.” (QS: An-Nisa’: 135)

(3.) PEMA'AF. Memaafkan dan bermusyawarah dari hati kehati jika tak mampu mintalah nasehat dari orang yang bijak faham agama

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran; 159)

Ciri orang yang mencintai keluarganya adalah ia selalu bersabar dalam mendidik akhlak dan keimanan keluarganya.

Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah itu menang. Menang tundukan amarah.

Perhatikanlah bagaimana sikap nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menghadapi istrinya yang sedang marah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka.

Bahkan, ketika berselisih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, Beliau berkata, “Tutuplah matamu!”

️Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Dr Aid Al Qorni mengatakan dalam bukunya "Al Hillu" menyebutkan:

إذا غضب الزوج فلتسكت الزوجة وإذا غضب الزوجة فليسكت الزوج ، وأما غضب فى غضب فجحيم لا يطاق

"Jika suami marah, maka diamlah istri  dan jika istri marah, maka diamlah suami. Karena marah dibalas dengan marah adalah neraka yang tidak tertahankan nyalanya."

Jika istri marah ada cara unik yang bisa suami lakukan. Anda bisa meredam emosi istri dengan memijit hidungnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasululullah.

Beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata, “Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR Ibnu Sunni).

❝Hendaknya suami bisa lebih menahan amarah ketika marah. Karena melawan marah dengan marah yang ada malah menambah runyam masalah. Perlu trik dan tips dengan memperluas sabar menurunkan ego berlemah lembut dalam memberi nasehat❞

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dengan Baik,"

Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,

Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, Karenanya saling berpesanlah saling menasihati berkenaan dengan Wanita,” (HR. Bukhari & Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan sangat memuji lelaki yang mampu berlaku baik kepada keluarganya baik ketika marah atau dalam menghadapi sesuatu masalah, beliau bersabda

“خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي”

️“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.” (H.R. Tirmidzi

Semoga Allah memberikan kita semua taufiq dan hidayahNya

Aamiin Ya Robbal 'Alamin



Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...