"Salah satu akhlak terpuji yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihu wasallam adalah menunaikan janji yang telah diucapkan," apakah janji tersebut di ucapkan kepada kaum mukminin maupun kepada kaun kafir.
"Terdapat di dalam Al-Qur'an ayat-ayat yang memotivasi kaum muslimin agar selalu menunaikan janjinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ وَلَا تَنقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya,”
(QS. An-Nahl: 91)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggung jawabannya.”
(QS. Al-Isra': 34)
Hendaknya kita mencontoh akhlak para Rasul dalam menunaikan janji, mereka sangat antusias dalam perkara ini sebab menunaikan janji merupakan akhlak mulia.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya”
(QS. Maryam: 54-55)
"Yakni tidaklah ia menjanjikan sesuatu kecuali dia tepati. Hal ini mencakup janji yang ia ikrarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun kepada manusia. Oleh karena itu, tatkala ia berjanji atas dirinya untuk sabar disembelih oleh bapaknya –karena perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala– ia pun menepatinya dengan menyerahkan dirinya kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala."
(Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 822 dan 496)
Adapun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat perhatian dengan perkara menunaikan janji, bahkan Beliau shallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa ingkar janji merupakan salah satu dari tanda-tanda kemunafikan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik itu ada tiga, jika berbicara berdusta; jika berjanji maka tidak menepati; dan jika diberi amanah, dia berkhianat.”
(HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59)
Demikianlah perintah Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya.
Wallahu a'lam bish-shawaab
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag
Tidak ada komentar:
Posting Komentar