Selasa, 05 Januari 2021

“SHALAT YANG TIDAK DI TERIMA”


• Shalat adalah amal ibadah yang pertama kali diwajibkan oleh Allah SWT. Shalat merupakan ibadah yang istimewa dan paling penting dibandingkan ibadah lainnya.

• Dalam Islam, shalat memiliki kedudukan yang tinggi sebagai rukun dan tiang agama.
Rasulullah SAW bersabda,
✒️“Pangkal segala urusan ada lah Islam. Tiangnya adalah shalat. Puncaknya adalah jihad di jalan Allah.”
πŸ“š(HR ath-Thabrani).

• Shalat juga merupakan ibadah yang dapat menghidarkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar.
Allah SWT berfirman, ✒️“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).”.
πŸ“š(al-Ankabut: 45).

• Selain itu,
Rasulullah SAW bersabda,
✒️“Barang siapa memelihara shalat, ia memiliki cahaya, bukti, dan selamat pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak memelihara shalat, ia tidak memeliki cahaya, bukti, dan tidak selamat. Di hari kiamat ia bersama dengan Qarun, Fir’aun, Hman, dan Ubay bin Khallaf.”
πŸ“š(HR Ahmad, Thabrani, dan Innu Hibban).

• Segelintir keistimewaan shalat tersebut, membuat siapa pun yang melalaikannya akan merasa sangat merugi, mengingat surga yang dijanjikan Allah kepada siapa saja yang melaksanakannya.
Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
✒️“Jika seorang wanita mendirikan shalat lima waktu, memelihara kemaluannya, dan menanti suaminya maka ia akan masuk surga dari pintu manapun yang dikehendakinya.”
πŸ“š(Ibnu Hibban).

• Sebaliknya, wanita yang bikin marah suaminya dapat menghalangi diterimanya shalat yang dilaksanakan sang istri.
Hal ini berdasar pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA:
✒️“Ada tiga manusia yang shalat mereka tidaklah naik melebihi kepala mereka walau sejengkal, yaitu seorang yang mengimami sebuah kaum namun kaum itu membencinya, seorang istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua orang saudara yang saling memutuskan tali silahturahmi.”.
πŸ“š(HR Ibnu Majah).

• Meski begitu, para suami juga tidak diperkenankan memperlakukan istri seenaknya. Karena sudah sepatutnya setiap pasangan memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Bila istri melakukan suatu tindakan yang melukai hati suami maka segerakan meminta maaf, begitu pula sebaliknya.

• Selain itu, terdapat beberapa perkara lain yang dapat menghalangi diterimanya amalan shalat seorang Muslimah, yaitu mereka yang percaya kepada peramal, paranormal, atau dukun.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan,
✒️“Siapa mendatangi tukang tenun (dukun) paranormal, kemudian dia membenarkan perkataannya maka tidak di terima shalatnya 40 malam.”
πŸ“š(HR Bu khari-Muslim).

https://youtu.be/szwNsoNs3Z8

https://youtu.be/jSntb4VWshs



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...