Rabu, 06 Januari 2021

“PERBUATAN PENGHAPUS PAHALA SEDEKAH”

 Allah Subhanaahu wa ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْداً لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.

Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah)

Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir . “

(Al Baqarah:264)


Tiga Perbuatan Penghapus Pahala Sedekah


Dalam ayat di atas,

Allah Subhanaahu wa ta'ala menjelasakan ada tiga perbuatan yang dapat menghapus pahala sedekah :

Pertama. 

Menyebut-nyebut pemberian sedekah.

 ( ِالْمَنِّ)

 al mann : maksudnya adalah menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang diberi sedekah untuk menunjukkan kelebihan dirinya dibanding orang yang diberi sedekah tersebut.


Seperti misalnya si A memberikan sedekah kepada si B. 

Dia selalu menyebut-nyebut sedekah pemberiannya tersebut di hadapan si B. 

Seperti ini adalah termasuk perbuatan ( ِالْمَنِّ) 

al mann yang tercela seperti tersebut dalam ayat di atas.

Perbuatan ini mencakup seluruh bentuk sedekah,

baik itu sedekah terhadap teman,

tetangga, kerabat,

maupun istri dan anak-anaknya.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :


 ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ، ولا ينظر إليهم ، ولا يزكيهم ، ولهم عذاب أليم ، قال فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث مرار . قال أبو ذر : خابوا وخسروا . من هم يا رسول الله ؟ قال : المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب


“ Ada tiga golongan,

yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. 

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mengulang sebanyak tiga kali. 

Abu Dzar radhiallahu anhu bertanya :

Siapa mereka wahai Rasulullah ? 

Sabda beliau : Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian),

dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu”

(H.R. Muslim:106)


Kedua.

Menyakiti orang yang diberi sedekah, 

(َالَّذِي )

al adzaa: secara bahasa maknanya adalah setiap perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain,

baik dalam hal agamanya,

kehormatannya,

badannya, maupun hartanya. 

Adapaun (َالَّذِي ) al adzaa yang menghapus pahala sedekah yaitu bersikap sombong terhadap orang yang diberi sedekah dan menyakitinya dengan kalimat yang menyakitkannya, atau dengan sesuatu yang mencela kehormatannya dan merendahkan kemuliaan dan kedudukan orang tersebut.


Ketiga. 

Perbuatan riya’. 

( الرياء )

 ar riyaa’ : yakni perbuatan seorang hamba menampakkan amalnya kepada manusia karena ingin mendapat pujian.

Jika seseorang riya’ dalam amalan sedekahnya maka akan menghapus pahala sedekah tersebut.

Bahkan perbutan riya’

tidak hanya dalam masalah sedekah saja.

Riya’ dapat terjadi pada setiap amal dan menghapus pahala amal tersebut. 

[Lihat Nidaa-atu ar Rahman li Ahlil iman 21-22, Syaikh Abu Bakr Al Jazaairy],



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...