Rabu, 21 Oktober 2020

“AKHWAT BERCADAR ZAMAN NOW, PAKAIAN SUNNAH DIGUNAKAN UNTUK BERGAYA.”

Awal pertama baca kata² ini..

Langsung jlebb ke hati..
Terdiam sejenak sembari mengulang perjalanan dari awal lalu..

Mohon bersabar ini ujian!!! . Ketika pelaku selfie mengatakan, "harap maklum kami baru berhijrah dan masih belajar". . Kami pun demikian. Catat. . Tapi yang tidak masuk diakal adalah ketika mereka penggemar selfie juga berdalih, "apa salahnya mengupload foto diri dengan bercadar, kan untuk menginspirasi orang lain", "niatnya baik kok untuk dakwah". . Lhaaa kan tanda tanya (?)

Katanya baru belajar kok udah banyak gaya dan getol mendakwahkan hijab syar'i plus cadar dengan berselfie? Belum paham fitnah wanita? Belajar! . Salah prioritaskah antunna? Kalau sadar (baru berhijrah dan masih belajar) ya harusnya sibuk menuntut ilmu toh? Mana nih slogan Sami'na wa atho'na nya? Kan udah pernah ngaji sih? . Lagian, hasilnya juga apa dari dakwah sambil selfie? Menginspirasi orang lain?

Benar. Banyak. Menjamur malah. . Tapi mereka para awam terinspirasi untuk gaya-gayaan dengan hijab lebar juga cadar macam-macam, bukan menyibukkan diri dengan menuntut ilmu syar'i. . Kalaupun ada yang tergerak untuk ke majelis ilmu, pas pulang yang dibagi-bagi bukan ilmu tapi justru foto selfie² dengan sesama akhawat bercadar, demi mendongkrak "keshalihan" di sosial media. . Ketahuilah saudariku.. Cara menginspirasi orang lain yang paling ampuh adalah dengan akhlak mulia. Tak perlu narsis-narsis di dunia maya untuk mensyiarkan hijab dan cadar. . Percaya deh itu jauh lebih aman dari fitnah. Orang akan melihat dan mampu menilai. Lagi ilmu bisa disampaikan tanpa orang lain kenal siapa kita kok. . Semangat hijrah. Tapi jangan tertipu karena sudah menginspirasi banyak orang untuk berhijrah tapi kitanya justru tidak ada perubahan. Masih keukeuh membenarkan dakwah nyelfie. -

Seperti yg kita ketahui ketika seseorang telah memutuskan untuk mengubah penampilannya..
Maka ia dapat di katakan HIJRAH..
.
Memang benar..
.
Tapi hijrah juga tidak hanya soal penampilan..
Toh sekarang baju syari sedang trend²nya di pasaran atau di toko online..
Sehingga, siapapun dan bagaimana pun orangnya bisa dengan bangga menggunakannya..
.
Namun, apalah arti berubahnya penampilan tanpa diringi perubahan sikap..
Perubahan cara beribadah...
Perubahan pola pikir...
.
Coba renungkan...
Selama kita mengenakan pakaian syar'i..
Sudah di perbaiki kah sholat kita????
Sudah rutin kah sedekah kita??
Sudah sampai tahap apa perubahan sikap kita???
Sudah seberapa sering kita menyentuh al-qur'an???
Sudah terbiasa kah menjalankan ibadah sunnah???
.
(Silahkan jawab dalam hati)
.
Coba bandingkan dengan..
.
Sudah berapa banyak koleksi baju syari kita???
Sudah berapa model khimar yg kita punya???
Sudah bagus kah gamis yang kita pakai??
.
Mana yang lebih sering terlintas di fikiran kita???
.
Maka dari itu..
Yuk mari perbaiki niat kita..
Perbaiki sikap kita...
Perbaiki ibadah kita...
Jangan biarkan setan membuat kita merasa sudah hijrah padahal kita masih di tempat.. ^^

Hakekat hijrah itu bagaimana?

Hijrah kok yang dipusingin cuma soal gamis, makanan, jalan-jalan, dunia aja

Emangnya kalau sudah pakai baju hitam, khimar hitam, cadar hitam, ganti² brand dan model gitu itu sudah hijrah? Gitu itu cuma ganti baju, ganti casing aja. isinya tetep jahil

Perlu di format ulang

Up grade lagi isi kepala dan hatinya.

Kalau ngaji jangan yang tematik aja. Kalau ngaji jangan cuma nonton dari TV aja.Yang begitu banyak gak konsennya. Banyak subhatnya. Makanya kelihatan sudah hijrah, padahal masih jalan ditempat.

Sudah berhijab cadar masih marahan, emosian, borju gaya hidupnya, masih hasad, masih suka ghibah, masih keras terhadap nasehat, masih ngeyelan, masih menyelisihi syariat , MASIH SUKA APLOD FOTO SELFI .

Sudah hijrah Berhijab/Bercadar tapi kok narsis? Mugkin perlu diluruskan lagi niatnya. . Berhijab = Menutup diri Narsis = Ingin dilihat/Menampakkan diri Berhijab + Narsis = ?????? (tanda tanya) . Berhijab syari atau bahkan bercadar tidak akan serta merta membuatmu sebagai sosok terasing, jika engkau masih tidak ada bedanya dengan wanita yang belum berhijab, yaitu saat mengunggah foto diri di dunia maya. . Orang yang benar-benar "ghuraba" tentu tidak akan berperilaku yang bertolak belakang dengan syari'at. . Perlu diingat disini, bahwasannya wanita shalih tidak akan merelakan dirinya menjadi konsumsi publik. Entah ia sudah bercadar atau masih menuju ke arah sana. . Jangan berbangga dengan ribuan like juga ratusan pujian yang dilontarkan orang lain sebab "keshalihan" yang nampak dari dirimu melalui foto selfie. . Sungguh itu bukan sebuah kemuliaan saat semua mata dengan mudah menangkap sosokmu yang indah. Matamu yang jelita. Juga ujung khimarmu yang sampai menyapu jalan. . Mohon niqobis, yang sudah syari juga, agar berhenti narsis-narsis di dunia maya, pakaian takwa itu BUKAN MAINAN apalagi sekedar TREND FASHION semata. . Mohon kesadarannya.

Hijarah kok masih ngeyelan mencari-Cari pembenaran ketika mendengarkan Firman Allah ta'ala & Sabda Rasulullah shallahu alaihi wa sallam .
yang namanya hijarah itu  Sami'Na Wa'Atho'Na bukan Sami'Na Wa' pikir-pikir , apalagi mencari pembenaran dari uztad,  kiyai,  ulama,  habib yg MENYELISIH Dari ajaran rasullah, kalian fikir mereka jauh lebih pandai DARI rasullah, memang Kalian fikir mereka dijamin syurga,  oooh tidak,  yang pasti dijamin syurga Adalah Rasullah,  Maka ikutilah Ajaranya,..

Kenapa kok yasinan, tahlilan, isra mijraj, maulid Nabi, ulang TAHUN, itu dilarang,  Karena itu bid'ah. Ibdah yg tidk DI contohkan Rasullah.

Maka seperti itu pula,
Kamu tak perlu bertanya mengapa harus berjilbab.
Mengapa harus menjauhi pacaran.
Mengapa harus sholat.
Mengapa ada hewan ya di haramkan.
Mengapa harus menjauhi Alkohol & Musik
Atau mengapa harus taat pada Allaah.
Dan banyak lagi ketentuan 2 lain yg perintahkan oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala

Karena sadarilah.
Bahwa itu perintah dari RABB mu yang menciptakanmu.
Bahwa itu yang disampaikan oleh Rasulullaah, teladanmu.
Bahwa Allaah tidak akan melarang jika itu baik untuk ummatNya.
Bahwa Allaah tidak akan mewajibkan jika itu buruk untuk umatNya. .

Hijrah dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNya, atau yang dikenal dengan istilah "hijrah kepada Allah dan RasulNya".
Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya." (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, Rasulullah menegaskan bahwa berhijrah berarti meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.
“Seorang Muslim ialah orang yang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Para ulama menyatakan hijrah ini harus dilakukan segera, sesuai dengan surat Adz Dzariyaat ayat 50: “Maka segeralah kembali pada Allah.”
Selain itu, mereka yang hijrah tidak khawatir meninggalkan pekerjaannya sekarang karena yakin Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Hal ini disampaikan Nabi Muhammad dalam sebuah hadits shahih:
"Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR Ahmad).

Itu tandanya hijrahnya masih dhohirnya saja .

Datangilah kajian-kajian rutin yang membahas kitab, dimana kajian-kajian tersebut di naungi oleh sayap malaikat. Duduklah bersama orang-orang yang zuhud, tawadu, qonaah, sederhana yang dengan melihatnya bisa membuat kita semakin baik dan semangat memperbaiki diri.

Yukkk belajar lagi

Yukkk kedepannya lebih baik

Yukkk musahabah diri

Menulis untuk diri sendiri, & sahabatku pdaa Umumnya supaya gak lupa apa itu hijrah meniti jalan para salafus sholeh.

Semoga bisa lurus aqidahnya

Semoga bisa lurus manhajnya



Join :

Telegram : t.me/chymh

Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag

Tidak ada komentar:

“KEBERSAMAAN DAN PERTEMUAN”

kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah yang akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan pe...