Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. dari Nabi saw., bahwasanya beliau bersabda :
من يسأل الله تعالى الجنة ثلاث مرات قالت الجنة اللهم ادخله الجنة ومن استجار من النار ثلاث مرات قالت النار اللهم اجره من النار
"Barang siapa yang mohon surga kepada Allah Ta'ala tiga kali, maka surga itu berkata : "Wahai Allah, masukkanlah ia ke dalam surga". Dan
barang siapa yang mohon dihindarkan dari neraka tiga kali, maka neraka itu berkata : "Wahai Allah hindarkanlah dia dari neraka".
Kami bermohon kepada Allah Ta'ala, semoga Dia menghindarkan kita dari neraka dan memasukkan kita ke dalam surga. Seandainya saja di dalam surga itu tidak ada apa-apa, kecuali bertemu dengan kawan-kawan, niscaya hal itu sudah enak dan menyenangkan, maka bagaimana tidak senang karena di dalamnya penuh dengan segala macam kepuasan dan kemuliaan.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. dari Nabi saw., bahwasanya beliau bersabda :
ان في الجنة اسواقا لا شراء فيها ولا بيع يجتمعون فيها خلقا حلقا يتذاكرون كيف كانت الدنيا وكيف كانت عباد الرب وكيف كان فقراء اهل الدنيا واغنيائها وكيف كان الموت وكيف صرنا بعد طول البلى الى الجنة
"Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat banyak pasar yang tidak dipergunakan untuk berjual-beli. Di sana penghuni surga berkumpul dengan berkelompok-kelompok menyebut-nyebut bagaimana keadaan dunia, bagaimana cara beribadah kepada Tuhan, bagaimana keadaan penghuni dunia yang miskin dan kaya, bagaimana kematian itu, bagaimana bisa sampai ke surga setelah lama busuk (di dalam kubur)."
Al-Faqih berkata : Orang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada kami dengan sanadnya dari Asbath dari As-Suda dari Abu Murrah dari Ibnu Mas'ud ra., di mana ia berkata : "Semua manusia akan datang dengan berdiri di sekitar neraka, kemudian meniti titian sesuai dengan amal perbuatan mereka. Ada di antara mereka yang melewatinya bagaikan kilat, ada yang melewatinya bagaikan angin kencang, ada yang melewatinya bagaikan burung terbang, ada yang melewatinya bagaikan larinya kuda yang bagus, ada yang melewatinya bagaikan orang lari, sampai pada akhirnya ada seseorang yang berjalan di atas titian itu dengan menggunakan dua ibu jari kakinya, kemudian jatuh tersungkur ke dalam neraka. Titian itu sangat tajam setajam pedang, berduri, dan di kanan kirinya ada malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) manusia. Ada di antara manusia itu yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat, dan ada yang langsung jatuh tersungkur ke dalam neraka. Para malaikat berdoa : "Wahai Tuhan, selamatkanlah, selamatkanlah". Ada seseorang yang melewatinya dan ia adalah orang terakhir yang masuk surga. Ketika ia selamat melewati titian itu, pintu surga terbuka baginya, namun ia melihat tidak ada tempat baginya di dalam surga. Melihat keadaan yang seperti itu, ia berdoa : "Wahai Tuhan, tempatkanlah saya di situ". Allah berfirman kepadanya : "Bila Aku menempatkan kamu di situ, kemungkinan besar nanti kamu akan minta yang lain". Ia menjawab : "Tidak, demi kemuliaan-Mu". Kemudian ia ditempatkan di situ. Setelah itu diperlihatkan kepadanya tingkatan yang lebih mulia; demikian seterusnya sampai empat kali. Ketika berada pada tingkatan yang keempat, dan diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih mulia lagi dan ia merasa rendah dengan segala apa yang telah diberikan kepadanya, namun ia diam, tidak berani minta tempat yang lebih mulia lagi; kemudian Allah bertanya kepadanya : "Kenapa kamu tidak minta". Ia menjawab : "Saya sudah
minta sampai saya merasa malu". Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Bagimu sebesar dunia dan sepuluh kali; dan ini adalah tempat yang paling rendah di dalam surga". Abdullah bin Mas'ud berkata : "Nabi saw. setiap kali membicarakan masalah ini, beliau tertawa sehingga gigi-gigi gerahamnya kelihatan".
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa di antara wanita-wanita dunia ada yang kecantikannya melebihi bidadari-bidadari di dalam surga, karena amal perbuatannya ketika berada di dunia.
Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ
Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,
-Surat Al-Waqi'ah, Ayat 35
فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
-Surat Al-Waqi'ah, Ayat 36
عُرُبًا أَتۡرَابٗا
yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,
-Surat Al-Waqi'ah, Ayat 37
لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
untuk golongan kanan,
-Surat Al-Waqi'ah, Ayat 38
Join :
Telegram : t.me/chymh
Instagram : https://www.instagram.com/cahayaa.muslimah?r=nametag
Tidak ada komentar:
Posting Komentar